AcehLingkunganNews

DLHK Aceh Barat Selidiki Dugaan Pencemaran Limbah di Sungai Lek Lek

×

DLHK Aceh Barat Selidiki Dugaan Pencemaran Limbah di Sungai Lek Lek

Sebarkan artikel ini
Kepala DLHK Aceh Barat, Bukhari. (Foto: Ist).

DLHK Aceh Barat mengambil sampel air Sungai Lek Lek untuk menyelidiki dugaan
pencemaran limbah oleh pabrik kelapa sawit. Hasil laboratorium akan menentukan
langkah selanjutnya.

Aceh Barat – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan
(DLHK) Kabupaten Aceh Barat tengah menyelidiki dugaan pencemaran limbah di
aliran Sungai (Krueng) Lek Lek, Desa Lek Lek, Kecamatan Panton Reue. Dugaan
pencemaran ini diduga berasal dari limbah pabrik kelapa sawit PT Beutami
Berkah Bersama yang berada di sekitar lokasi tersebut.


“Pengambilan sampel air ini terkait dugaan pencemaran limbah milik sebuah
pabrik kelapa sawit yang berada di sekitar lokasi pencemaran,” kata Kepala
DLHK Aceh Barat Bukhari, dilansir dari Antara pada Selasa, 10 Januari 2025.





Sampel air dari Sungai Lek Lek telah diserahkan ke laboratorium untuk diuji.
Bukhari mengungkapkan, hasil analisis laboratorium ini baru akan keluar pada
Februari mendatang.

Baca Juga:
Pentingnya Penyelamatan Hutan.
Tahiroe Aceh: Upaya Pj Gubernur Safrizal Tanamkan Kebiasaan Menanam Pohon untuk Masa Depan Hijau.


Selain menyelidiki dugaan pencemaran, DLHK Aceh Barat juga menemukan
ketidaksesuaian pembangunan kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik
PT Beutami dengan Persetujuan Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah (PERTEK)
yang diterbitkan DLHK Provinsi Aceh.


“Pembangunan dan dimensi kolam IPAL harus sesuai dengan persetujuan yang telah
ditetapkan. Hal ini penting agar pengelolaan air limbah tidak merusak
lingkungan, termasuk masyarakat sekitar,” tegas Bukhari.





Bukhari menjelaskan, pihak perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk
mematuhi standar yang ditetapkan. Saat ini, aktivitas operasional di pabrik
tersebut dihentikan sementara hingga perbaikan kolam limbah selesai dilakukan.

Baca Juga:
Aceh Hijau: Pj Gubernur Safrizal Tanam Pohon untuk Peringati 20 Tahun Tsunami.
Presiden Prabowo Hibahkan 20.000 Hektare Lahan untuk Konservasi Gajah di Aceh.


Pengambilan sampel air ini turut dihadiri Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Azwir
dan anggota DPRK Ahmad Yani, yang memberikan dukungan terhadap langkah DLHK
dalam menangani persoalan pencemaran lingkungan.





Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan akan terus memantau perkembangan
pembangunan kolam IPAL dan pengelolaan limbah di perusahaan tersebut. “Kami
akan memastikan persoalan limbah ini dapat terkelola dengan baik, sehingga
tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujar Bukhari.


DLHK Aceh Barat berharap hasil uji laboratorium dapat memberikan kepastian
terkait kondisi air Sungai Lek Lek. Langkah lebih lanjut akan ditentukan
berdasarkan temuan tersebut. Sementara itu, masyarakat setempat diimbau untuk
tetap melaporkan apabila ada indikasi pencemaran lingkungan lainnya.[]