AcehNewsSosial

Gangguan Sinkronisasi PLTU Nagan Raya Sebabkan Pemadaman Listrik Meluas di Aceh

×

Gangguan Sinkronisasi PLTU Nagan Raya Sebabkan Pemadaman Listrik Meluas di Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: dok. Ist).
Ilustrasi. (Foto: dok. Ist).

Sebagian wilayah Aceh mengalami pemadaman listrik bergilir sejak Senin (29/9/2025) akibat kegagalan sinkronisasi PLTU Nagan 3 ke sistem kelistrikan.

koranaceh.net | Banda Aceh – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus melakukan pemulihan sistem kelistrikan di sebagian besar wilayah Aceh. Hingga Rabu (1/10/2025), proses pemulihan dilaporkan telah mencapai lebih dari 60 persen, namun sejumlah daerah masih mengalami pemadaman.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun koranaceh.net, gangguan kelistrikan ini bermula sejak Senin (29/9/2025). General Manager PLN UID Aceh, Mundakhir, mengatakan penyebab utama gangguan diakibatkan oleh hilangnya pasokan daya sebesar 250 Megawatt (MW). Pasokan daya yang hilang itu, merupakan imbas dari kegagalan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan 3 saat melakukan proses sinkronisasi ke sistem. Akibatnya, PLN terpaksa melakukan manajemen beban untuk menjaga kestabilan sistem.

“Hal ini berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan beberapa daerah lainnya,” tutur Mundhakir melalui siaran pers yang diterima koranaceh.net, pada Rabu (1/10/2025) malam. Lebih lanjut, ia menjelaskan, dalam manajemen beban tersebut, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk objek-objek vital seperti rumah sakit dan bandar udara.

Kronologi di lapangan menunjukkan pemadaman terjadi secara meluas dan bertahap. Sejak Senin sore, warga di Banda Aceh dan Aceh Besar melaporkan listrik sempat hidup-mati beberapa kali sebelum akhirnya padam total. Hingga hari ketiga, pemadaman bergilir masih dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, memberikan penjelasan teknis tambahan mengenai sumber gangguan. Menurutnya, masalah terjadi pada sistem kelistrikan interkoneksi Sumatera 150 kiloVolt (kV), khususnya di jalur transmisi Bireuen–Arun.

“Pemadaman listrik yang terjadi karena gangguan pada sistem interkoneksi 150 kV di jalur Bireuen–Arun. Kami tengah melakukan investigasi dan sudah mengerahkan 839 petugas untuk memperbaiki dan memulihkan sistem,” ujar Lukman.

Pemulihan, tambahnya, dilakukan secara bertahap. Ia juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. PLN, sambung Lukman, pun berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan listrik ke depannya. Lebih lanjut, PLN juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

Sementara itu, Ombudsman RI Perwakilan Aceh menyoroti pemadaman yang terjadi berhari-hari ini. Ombudsman juga mengingatkan kewajiban PLN untuk memberikan kompensasi kepada pelanggan jika pelayanan yang diberikan tidak sesuai standar yang ditetapkan.

“Sesuai UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, PLN wajib memenuhi maklumat layanan, termasuk memberikan kompensasi jika terjadi gangguan di luar batas toleransi,” ujar Kepala Ombudsman Aceh, Dian Rubianty, dalam keterangan resminya.

Selain itu, pihak Ombudsman juga mendesak PLN untuk lebih transparan dalam memberikan informasi lengkap kepada publik, termasuk penjelasan detail mengenai masalah teknis yang terjadi. PLN, sebut Dian, hanya menyampaikan adanya penguatan sistem interkoneksi 275 kV Sumatera tanpa menjelaskan gangguan teknis di Pembangkit Nagan 3 dan 4. Akibatnya, tambah Dian, masyarakat pun menjadi kesulitan untuk melakukan mitigasi.

Dampak pemadaman ini sangat signifikan dirasakan oleh masyarakat. Aktivitas harian warga terganggu, mulai dari kesulitan mendapatkan pasokan air bersih karena pompa PDAM tidak berfungsi, hingga terganggunya jaringan internet. Banyak warga terpaksa menggunakan genset sebagai sumber listrik alternatif.

Di ruang-ruang publik yang masih memiliki listrik, terlihat antrean warga yang hendak mengisi ulang daya baterai ponsel mereka. Keluhan utama warga adalah hawa panas di malam hari yang menyebabkan kesulitan tidur dan ketidakpastian mengenai jadwal pemulihan.

PLN menyatakan terus berupaya menormalkan sisa wilayah yang masih terdampak gangguan. Dengan pengerahan sumber daya maksimal, diharapkan sistem kelistrikan di seluruh Aceh dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan seluruh sistem akan pulih 100 persen.